Kopi Versus Gigi

Oleh drg. Vanessa, M.Si.

Minuman kopi telah lama dikenal sebagai minuman yang sering dikonsumsi baik pada pagi hari maupun saat santai. Beberapa waktu belakangan ini, minuman kopi semakin booming. Kopi yang dipadu dengan tambahan boba serta gula aren semakin meningkatkan jumlah peminat kopi baik para penikmat kopi yang sudah lama maupun newbie atau sekedar mengikuti tren. Namun, pasti masih banyak yang belum mengetahui bagaimana kandungan, khasiat, dan dampak minuman kopi bagi gigi kita serta bagaimana cara pencegahan dan cara mengatasinya.

Menurut data International Coffee Organization (ICO) mencatat Indonesia berada di urutan ke-6 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia di bawah Rusia pada tahun 2017 dan menurut Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, pada tahun 2018 terjadi peningkatan konsumsi kopi di Indonesia sebanyak 7 persen. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dewanti pada tahun 2019, kopi disebut dapat mencegah risiko gigi berlubang.

Pembentukkan respon imun IL-1β and TNF-α oleh kopi berfungsi mencegah dan menjaga lapisan pulpa gigi pada kasus gigi berlubang. Namun dengan penambahan gula dan susu manis sebaliknya dapat meningkatkan resiko gigi berlubang.  Selain itu, kopi juga diteliti berkhasiat mencegah terjadinya penyakit radang gusi. Kandungan bioaktif kopi seperti flavonoid dan antioksidan yang memberikan fungsi anti-inflamasi yang dapat mencegah penyakit radang gusi.

Namun di balik khasiat yang dimiliki kopi, dampak yang paling sering dialami oleh para penggemar kopi adalah terjadinya perubahan warna pada gigi atau tampak seperti menguning. Hal tersebut disebabkan karena adanya kandungan alami tanin yang terdapat pada kopi. Menurut Britannica Science Encyclopedia, tanin merupakan substansi berwarna kuning kecoklatan yang terdapat pada tumbuhan, sehingga sering dimanfaatkan untuk pewarna kulit, pewarna baju, bahkan pewarna tinta. Tanin tersebut juga terkandung pada minuman lain yang bersoda, anggur, bir, dan teh. Selain itu, kopi juga mengandung kadar asam yang dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rapuh. Kopi juga berkontribusi dari terjadinya halitosis atau bau mulut.

Oleh sebab itu, untuk para pecinta kopi, akan jauh lebih baik untuk mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan demi mencegah dan mengatasi dampak buruk kopi pada gigi kita. Berikut kiat-kiat pencegahan yang bisa kita lakukan :

  • Hindari mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan.
  • Minum air putih yang banyak atau berkumur sesaat setelah mengkonsumsi kopi.
  • Dibandingkan mengkonsumsi kopi dalam waktu seharian, akan lebih baik jika kopi dihabiskan dalam waktu yang lebih singkat untuk mencegah pembentukan bakteri.
  • Sikat gigi boleh dilakukan minimal 30 menit setelah mengkonsumsi kopi.
  • Konsumsi serat dan sayuran setelah segelas kopi juga dapat menurunkan potensi pewarnaan gigi.
  • Mengunyah permen karet juga dapat membantu menyegarkan nafas Anda.

Cara mengatasi gigi telah terlanjur mengalami pewarnaan atau terlihat menguning:

  • Mengunjungi dokter gigi untuk dilakukan prosedur scaling atau pembersihan karang gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali.
  • Berkonsultasi kepada dokter gigi untuk tindakan office bleaching (pemutihan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi di klinik gigi) atau home bleaching (pemutihan gigi yang dilakukan sendiri dirumah).

Klinik gigi LeDental menyediakan perawatan scaling dan bleaching atau pemutihan gigi untuk menghilangkan noda serta mencerahkan gigi Anda cukup dalam waktu 1 jam saja. Perawatan bleaching biasanya akan didahului dengan konsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu untuk menentukan rencana perawatan awal seperti penambalan gigi berlubang dan scaling atau pembersihan karang gigi. Dalam sekejap gigi Anda akan kembali cerah dan bersih terbebas dari noda warna kopi yang mengganggu!

Referensi

  1. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/what-does-coffee-do-to-your-teeth
  2. http://www.scielo.br/pdf/jaos/v22n6/1678-7757-jaos-1678-775720130578.pdf
  3. https://www.britannica.com/science/tannin
  4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/12/12/indonesia-masuk-daftar-negara-konsumsi-kopi-terbesar-dunia
  5. https://www.tribunnews.com/regional/2018/03/22/konsumsi-kopi-indonesia-naik-7-persen setahun
  6. Dewanti, IRJ.Robusta Coffee (Coffeacanephora) Decreasing IL-1α(Interleukin-1α) Expression and Increasing the Number ofFibroblasts in Healing Process in Dental Pulp in Wistar Rats.Math. Fund. Sci.,2019.51(1):68-76.
  7. 7. Kripal, K. Coffee Consumption. International Journal of Scientific Research. 2019.6(7):117-120

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *